Minggu, 15 Januari 2012


TI Belum Dikembangkan Untuk Atasi Kemiskinan
JALARTA-MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan Komputr dan teknologi Informasi (TI) sudah merambah sampai kedesa namun belum dimanfaatkan untuk mengatasi kemiskinan.
“Di Negara berkembang, smakin banyak desa yang mengenal computer. Tetapi, sedikit yang mengerti selain dipakai untuk bermain dan chatting lewat internet,”lata Presiden dalam pidato berbahasa Inggris pada Pricidential Lecture okeh pemilik perusahaan piranti lunak raksasa Microsoft, Bill Gates, diBalai Sidang Jakartas Jum’at (9/5).
Karena masih banyak yang tuna TI, kata Presiden, seharusnya teknologi itu juga digunakan untuk memecahkan masalah dan memperbaiki kehidupan manusia di bidang, seperti pendidikan dan kesehatan. “ini sudah kebijakan kita untuk mengembangkan teknologi informasi di banyak bidang,”
TI, Lanjut Presiden, juga akan digunakan oleh pemerintah untuk memperbaiki kinerja pemerintah. Presiden Yudhoyono menambahkan teknologi inbformasi saat ini membuat dunia berubah secara cepat dan pasti juga membuat kehidupan manusia berubah. “Perkembangan teknologi masalalu memiliki daya untuk mengubah hidup. Semua itu yang membawa kita kepada hari ini,” ujarnya. Legiatan industri yang di hasilkan oleh revolusi pada masa lalu, lanjut Inggris sekaligus Penasehat Perubahan Iklim dan Pembangunan untul Pemerintah Inggris.
Selain itu juga pernah hadir pernah hadir Mantan Perdana Menteri dan mantan Mentri Keuangan Pakistan Shaukat Aziz yang menyampaikan tentang pembangunan di Pakistan dan Muhammad yunus dari Presiden terbukti membawa masalah lain pada hari ini, seperti pemanasan global. Legiatan industi yang tidak terkendali itu bias menjadi membawa kehancuran untuk lehidupan manusia di masa depan.
“Tantangan hari ini, adalah bagaimana manusia mengatasi kedewasaan teknologi tanpa menghancurkan diri sendiri,” ujarnya.
Teknologi, sudah sepantasnya digunakan untuk memperbaiki kehidupan manusia dan bukan untuk membahayakan serta membunuh kehidupan.
Sementara itu, Bill Gates memberikan kulyah umum berjudul The Second Digital Decades dalam Presidential Lecture yang dihadari sekitar 2500 peserta yang terdiri atas Pejabat Pemerintah, kalangan pebisnis, dan maha siswa. Dalam kuliyah umum itu, Gates juga berkesempatan bertanya jawab dengan 5 peserta.
Selama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi kepala Negara, telah dilangsungkan 4 kali Precidential Lecture. Antara lain diberikan Geoffrey Sachs, Direktur Proyek Millenium Perseringkatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Millenium Development Goals (MGDs) Nicholas Stell Begawan Ekonom Bangladhes pemenang Nobel Perdamaian 2006, tentang lredit mikro. Kunjungan 2 hari Gates di Indonesia (8-9 Mei), merupakan yang pertama kali untuk membahas kunjungan Presiden yudhoyono ke kantor pusat Microsoft di Seattle Amerika serikat, pada 2007. (Ant/OL-01)